Masalah Kompleks Pendidikan

Jum'at 5 Oktober 2018

Nama : Dhimas Oeka Aji Wicaksana
Npm : 15120013
Kelas : 7A

Pada tanggal 02 Oktober 2018 Pak Aniq menjelaskan tentang materi Pendidikan. Reportase yang saya gunakan akan membahas tentang masalah kompleks dalam Pendidikan Nasional.

Masalah kompleks dalam Pendidikan Nasional : 
1.Pemerataan pendidikan
Upaya pemerintah untuk mengadakan gedung sekolah dan  unit gedung baru, terutama jenjang pendidikan dasar menengah dapat dikatakan telah rampung. Namun pemerataan memperoleh kesempatan pendidikan masih perlu dikembangkan secara bertahap. 
Program wajib belajar 9 tahun dianggap sudah mencapai sasaran sehingga dilanjutkan dengan program wajib belajar 12 tahun. Itu artinya, anak Indonesia minimal harus mendapatkan pendidikan minimal tamat sekolah menengah atas (SMU/K/Sederajat). menurut saya dalam kasus ini masih terdapat pemeratan pendidikan yang berbeda antara di kota dan di pedesaan, masih banyak di pedesaan yang hanya bersekolah hanya sampai jenjang Sekolah Dasar mereka banyak yang memilih langsung bekerja daripada melanjutkan sekolah di jenjang berikutnya. Apalagi untuk kaum perempuan menurutnya pendidikan untuk anak perempuan sampai jenjang Sekolah Dasar saja karena nantinya menurutnya kaum perempuan hanya akan mengikuti suaminya saja. Yang paling penting kaum perempuan bisa memasak dan mengurus rumahnya.
2.Relevansi pendidikan
Pada awalnya, pembelajaran di lembaga sekolah dinilai tidak relevan dengan tuntutan dalam dunia kerja. Lowongan kerja yang dibutuhkan tidak terpenuhi oleh lulusan sekolah yang sudah ada. Oleh sebab itu, khususnya tingkat SMU/K/Sederajat diadakan program pilihan sesuai minat peserta didik. Usaha itu juga dibuktikan dengan penyempurnaan kurikulum pendidikan di lembaga sekolah. Banyak terjadi seperti ini apalagi pada jenjang perkuliahan banyak sarjana-sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan lulusannya ketika di bangku perkuliahan
3.Kualitas pendidikan
Kualitas pendidikan menjadi hal yang tak dapat ditawar-tawar. Berbagai inovasi dalam teknologi pendidikan semakin disempurnakan. Salah satu yang paling baru adalah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Mengarahkan siswa pada proses bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan.
4.Efisiensi pendidikan
Proses pendidikan yang efisien dinilai akan meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh sebab itu inovasi pendidikan harus berorientasi pada bagaimana pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Pembelajaran efektif dan efisien menjadi tuntutan agar efisiensi pendidikan dapat diwujudkan. Pendidikan harus banyak inovasi dalam pembelajarannya karena semakin inovasi dalam melakukan pendidikan maka kualitas pendidikannya akan terjunjang dengan baik.

Semoga Bermanfaat
Reverensi https://www.matrapendidikan.com/2014/07/masalah-pokok-dalam-pendidikan-nasional.html

1.    Ibnu masud 15120218
2.    Devi Endah Prastiwi 15120441 
3.    Ismaul Amalia 15120007
4.    Dewi Krisdiyanti 15120285
5.    Neneng Zuliasih 15120016  
8.ghofar76.blogspot.com
12. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450
13. EKO NUR FATONI 15120020
14. Khafidzoh Asfihani
15. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
18.feby dwi angrainy_15120029
19. Nur Tri Atika (15120040)
20. Martiya zulfa risty 15120039
21. Atik Budiarti 15120010
22. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
23. Sukma Rudi Nugroho 15120212
25. Bayu Saputro 15120023
26. Dhimas Oeka  
29. Hadiah hana putri (15120481) http://15120481hana.blogspot.com/?m=1

Komentar